Monday, April 2, 2007

IMAM & MAKMUM


Kalou saya boleh memilih, tentu saja, saya akan memilih pemimpin yang menegakkan kebenaran. Apapun alasanya, kebenaran bagi saya dan tentunya bagai setiap orang adalah diatas segalanya, karena dengan kebenaran semuan proses kehidupan akan berjalan dengan baik, terlebih kebenaran dekat dengan ‘keadilan’.
Atas dasar yang sangat sederhana ini, tapi penting, saya memilih pemimpin yang lebih mengutamakan kebenaran diatas segalanya.
Dibawah ini saya ingin sedikit menguraikan berbagai tipologi anatara “Pengikut” dan “Pemimpin”, yang kebetulan penulis hanya menganalisi yang bergerak di bidang Bisnis saja.

A. PERBEDAAN “PENGIKUT” DENGAN “PEMIMPIN”
pemimpin
Pengikut
Integritas
Parsial
Optimisme
megikuti Arus
Menyukai perubahan
Statis dan jalan di tempat
Berani menghadapi resiko
tidak ambil resiko
Ulet
putus asa
Katalistis
berjuang untuk diri sendiri
Berdedikasi dan komit
loyalitas Kerja

Dari perbedan-perbedaan diatas, analisis yang coba ingin saya ungkapakan adalah sebagai berikut:
* IntegritasIntegritas adalah melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang Anda katakan akan Anda lakukan. Integritas membuat Anda dapat dipercaya. Integritas membuat orang lain mengandalkan Anda. Integritas adalah penepatan janji-janji Anda. Satu hal yang membuat sebagian besar orang enggan mengikuti Anda adalah bila mereka tak sepenuhnya merasa yakin bahwa Anda akan membawa mereka kepada tujuan yang Anda janjikan.
* OptimismeTak ada orang yang mau menjadi pengikut Anda bila Anda memandang suram masa depan. Mereka hanya mau mengikuti seseorang yang bisa melihat masa depan dan memberitahukan pada mereka bahwa di depan sana terbentang tempat yang lebih baik dan mereka dapat mencapai tempat itu.
* Menyukai perubahanPemimpin adalah mereka yang melihat adanya kebutuhan akan perubahan, bahkan mereka bersedia untuk memicu perubahan itu. Sedangkan pengikut lebih suka untuk tinggal di tempat mereka sendiri. Pemimpin melihat adanya kebaikan di balik perubahan dan mengkomunikasikannya dengan para pengikut mereka. Jika Anda tidak berubah, Anda takkan berkembang.
* Berani menghadapi resikoKebanyakan orang menghindari resiko. Padahal, kapan pun kita mencoba sesuatu yang baru, kita harus siap menghadapi resiko. Keberanian untuk mengambil resiko adalah bagian dari pertumbuhan yang teramat penting. Para pemimpin menghitung resiko dan keuntungan yang ada di balik resiko. Mereka mengkomunikasikannya pada pengikut mereka dan melangkah pada hari esok yang lebih baik.
* UletKecenderungan dari pengikut adalah mereka menyerah saat sesuatunya menjadi sulit. Ketika mereka mencoba untuk yang ke dua atau ke tiga kalinya dan gagal, mereka lalu mencanangkan motto, “Jika Anda gagal di langkah pertama, menyerahlah dan lakukan sesuatu yang lain.” Jelas saja mereka melakukan itu, karena mereka bukan pemimpin. Para pemimpin itu tahu apa yang ada di balik tembok batu, dan mereka akan selalu berusaha menggapainya. Lalu mereka mengajak orang lain untuk terus berusaha.
* KatalistisPemimpin adalah seseorang yang secara luar biasa mampu menggerakkan orang lain untuk melangkah. Mereka bisa mengajak orang lain keluar dari zona kenyamanan dan bergerak menuju tujuan mereka. Mereka mampu membangkitkan gairah, antusiasme, dan tindakan para pengikut.
* Berdedikasi dan komitPara pengikut menginginkan seseorang yang lebih mencurahkan perhatian dan komit ketimbang diri mereka sendiri. Pengikut akan mengikuti pemimpin yang senantiasa bekerja dan berdedikasi karena mereka melihat betapa pentingnya pencapaian tugas-tugas dan tujuan.

B. TEORI YANG BERPUSAT PADA PRINSIF
Dalam bukunya Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, "Seven Habits of Highly
Effective People", Covey, mengatakan Bahwa “Prinsif kepemimpinan yang efektif harus berasal dari diri sendiri” artinya kesuksesan harus datang dari diri sendiri. “teori Yang berpusat dari Diri Sendiri” ini akan menimbulkan yang namanya “dari dalam keluar”, disini, Stephen R. Covey percaya bahwa kesuksesan kita, baik pribadi maupun organisasi, tidak dapat diraih begitu saja. Kesuksesan harus datang dari "dalam diri" dengan berdasarkan pada apa yang kita pahami dan yakini untuk menjadi prinsip yang tak tergoyahkan. Dengan demikian kepemimpinan yang berprinsip memusatkan kehidupan dan kepemimpinan kita pada prinsip-prinsip utama yang benar.

























Kalou saya boleh memilih, tentu saja, saya akan memilih pemimpin yang menegakkan kebenaran. Apapun alasanya, kebenaran bagi saya dan tentunya bagai setiap orang adalah diatas segalanya, karena dengan kebenaran semuan proses kehidupan akan berjalan dengan baik, terlebih kebenaran dekat dengan ‘keadilan’.
Atas dasar yang sangat sederhana ini, tapi penting, saya memilih pemimpin yang lebih mengutamakan kebenaran diatas segalanya.
Dibawah ini saya ingin sedikit menguraikan berbagai tipologi anatara “Pengikut” dan “Pemimpin”, yang kebetulan penulis hanya menganalisi yang bergerak di bidang Bisnis saja.

A. PERBEDAAN “PENGIKUT” DENGAN “PEMIMPIN”
pemimpin
Pengikut
Integritas
Parsial
Optimisme
megikuti Arus
Menyukai perubahan
Statis dan jalan di tempat
Berani menghadapi resiko
tidak ambil resiko
Ulet
putus asa
Katalistis
berjuang untuk diri sendiri
Berdedikasi dan komit
loyalitas Kerja

Dari perbedan-perbedaan diatas, analisis yang coba ingin saya ungkapakan adalah sebagai berikut:
* IntegritasIntegritas adalah melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang Anda katakan akan Anda lakukan. Integritas membuat Anda dapat dipercaya. Integritas membuat orang lain mengandalkan Anda. Integritas adalah penepatan janji-janji Anda. Satu hal yang membuat sebagian besar orang enggan mengikuti Anda adalah bila mereka tak sepenuhnya merasa yakin bahwa Anda akan membawa mereka kepada tujuan yang Anda janjikan.
* OptimismeTak ada orang yang mau menjadi pengikut Anda bila Anda memandang suram masa depan. Mereka hanya mau mengikuti seseorang yang bisa melihat masa depan dan memberitahukan pada mereka bahwa di depan sana terbentang tempat yang lebih baik dan mereka dapat mencapai tempat itu.
* Menyukai perubahanPemimpin adalah mereka yang melihat adanya kebutuhan akan perubahan, bahkan mereka bersedia untuk memicu perubahan itu. Sedangkan pengikut lebih suka untuk tinggal di tempat mereka sendiri. Pemimpin melihat adanya kebaikan di balik perubahan dan mengkomunikasikannya dengan para pengikut mereka. Jika Anda tidak berubah, Anda takkan berkembang.
* Berani menghadapi resikoKebanyakan orang menghindari resiko. Padahal, kapan pun kita mencoba sesuatu yang baru, kita harus siap menghadapi resiko. Keberanian untuk mengambil resiko adalah bagian dari pertumbuhan yang teramat penting. Para pemimpin menghitung resiko dan keuntungan yang ada di balik resiko. Mereka mengkomunikasikannya pada pengikut mereka dan melangkah pada hari esok yang lebih baik.
* UletKecenderungan dari pengikut adalah mereka menyerah saat sesuatunya menjadi sulit. Ketika mereka mencoba untuk yang ke dua atau ke tiga kalinya dan gagal, mereka lalu mencanangkan motto, “Jika Anda gagal di langkah pertama, menyerahlah dan lakukan sesuatu yang lain.” Jelas saja mereka melakukan itu, karena mereka bukan pemimpin. Para pemimpin itu tahu apa yang ada di balik tembok batu, dan mereka akan selalu berusaha menggapainya. Lalu mereka mengajak orang lain untuk terus berusaha.
* KatalistisPemimpin adalah seseorang yang secara luar biasa mampu menggerakkan orang lain untuk melangkah. Mereka bisa mengajak orang lain keluar dari zona kenyamanan dan bergerak menuju tujuan mereka. Mereka mampu membangkitkan gairah, antusiasme, dan tindakan para pengikut.
* Berdedikasi dan komitPara pengikut menginginkan seseorang yang lebih mencurahkan perhatian dan komit ketimbang diri mereka sendiri. Pengikut akan mengikuti pemimpin yang senantiasa bekerja dan berdedikasi karena mereka melihat betapa pentingnya pencapaian tugas-tugas dan tujuan.

B. TEORI YANG BERPUSAT PADA PRINSIF
Dalam bukunya Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, "Seven Habits of Highly
Effective People", Covey, mengatakan Bahwa “Prinsif kepemimpinan yang efektif harus berasal dari diri sendiri” artinya kesuksesan harus datang dari diri sendiri. “teori Yang berpusat dari Diri Sendiri” ini akan menimbulkan yang namanya “dari dalam keluar”, disini, Stephen R. Covey percaya bahwa kesuksesan kita, baik pribadi maupun organisasi, tidak dapat diraih begitu saja. Kesuksesan harus datang dari "dalam diri" dengan berdasarkan pada apa yang kita pahami dan yakini untuk menjadi prinsip yang tak tergoyahkan. Dengan demikian kepemimpinan yang berprinsip memusatkan kehidupan dan kepemimpinan kita pada prinsip-prinsip utama yang benar.
























Kalou saya boleh memilih, tentu saja, saya akan memilih pemimpin yang menegakkan kebenaran. Apapun alasanya, kebenaran bagi saya dan tentunya bagai setiap orang adalah diatas segalanya, karena dengan kebenaran semuan proses kehidupan akan berjalan dengan baik, terlebih kebenaran dekat dengan ‘keadilan’.
Atas dasar yang sangat sederhana ini, tapi penting, saya memilih pemimpin yang lebih mengutamakan kebenaran diatas segalanya.
Dibawah ini saya ingin sedikit menguraikan berbagai tipologi anatara “Pengikut” dan “Pemimpin”, yang kebetulan penulis hanya menganalisi yang bergerak di bidang Bisnis saja.

A. PERBEDAAN “PENGIKUT” DENGAN “PEMIMPIN”
pemimpin
Pengikut
Integritas
Parsial
Optimisme
megikuti Arus
Menyukai perubahan
Statis dan jalan di tempat
Berani menghadapi resiko
tidak ambil resiko
Ulet
putus asa
Katalistis
berjuang untuk diri sendiri
Berdedikasi dan komit
loyalitas Kerja

Dari perbedan-perbedaan diatas, analisis yang coba ingin saya ungkapakan adalah sebagai berikut:
* IntegritasIntegritas adalah melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang Anda katakan akan Anda lakukan. Integritas membuat Anda dapat dipercaya. Integritas membuat orang lain mengandalkan Anda. Integritas adalah penepatan janji-janji Anda. Satu hal yang membuat sebagian besar orang enggan mengikuti Anda adalah bila mereka tak sepenuhnya merasa yakin bahwa Anda akan membawa mereka kepada tujuan yang Anda janjikan.
* OptimismeTak ada orang yang mau menjadi pengikut Anda bila Anda memandang suram masa depan. Mereka hanya mau mengikuti seseorang yang bisa melihat masa depan dan memberitahukan pada mereka bahwa di depan sana terbentang tempat yang lebih baik dan mereka dapat mencapai tempat itu.
* Menyukai perubahanPemimpin adalah mereka yang melihat adanya kebutuhan akan perubahan, bahkan mereka bersedia untuk memicu perubahan itu. Sedangkan pengikut lebih suka untuk tinggal di tempat mereka sendiri. Pemimpin melihat adanya kebaikan di balik perubahan dan mengkomunikasikannya dengan para pengikut mereka. Jika Anda tidak berubah, Anda takkan berkembang.
* Berani menghadapi resikoKebanyakan orang menghindari resiko. Padahal, kapan pun kita mencoba sesuatu yang baru, kita harus siap menghadapi resiko. Keberanian untuk mengambil resiko adalah bagian dari pertumbuhan yang teramat penting. Para pemimpin menghitung resiko dan keuntungan yang ada di balik resiko. Mereka mengkomunikasikannya pada pengikut mereka dan melangkah pada hari esok yang lebih baik.
* UletKecenderungan dari pengikut adalah mereka menyerah saat sesuatunya menjadi sulit. Ketika mereka mencoba untuk yang ke dua atau ke tiga kalinya dan gagal, mereka lalu mencanangkan motto, “Jika Anda gagal di langkah pertama, menyerahlah dan lakukan sesuatu yang lain.” Jelas saja mereka melakukan itu, karena mereka bukan pemimpin. Para pemimpin itu tahu apa yang ada di balik tembok batu, dan mereka akan selalu berusaha menggapainya. Lalu mereka mengajak orang lain untuk terus berusaha.
* KatalistisPemimpin adalah seseorang yang secara luar biasa mampu menggerakkan orang lain untuk melangkah. Mereka bisa mengajak orang lain keluar dari zona kenyamanan dan bergerak menuju tujuan mereka. Mereka mampu membangkitkan gairah, antusiasme, dan tindakan para pengikut.
* Berdedikasi dan komitPara pengikut menginginkan seseorang yang lebih mencurahkan perhatian dan komit ketimbang diri mereka sendiri. Pengikut akan mengikuti pemimpin yang senantiasa bekerja dan berdedikasi karena mereka melihat betapa pentingnya pencapaian tugas-tugas dan tujuan.

B. TEORI YANG BERPUSAT PADA PRINSIF
Dalam bukunya Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, "Seven Habits of Highly
Effective People", Covey, mengatakan Bahwa “Prinsif kepemimpinan yang efektif harus berasal dari diri sendiri” artinya kesuksesan harus datang dari diri sendiri. “teori Yang berpusat dari Diri Sendiri” ini akan menimbulkan yang namanya “dari dalam keluar”, disini, Stephen R. Covey percaya bahwa kesuksesan kita, baik pribadi maupun organisasi, tidak dapat diraih begitu saja. Kesuksesan harus datang dari "dalam diri" dengan berdasarkan pada apa yang kita pahami dan yakini untuk menjadi prinsip yang tak tergoyahkan. Dengan demikian kepemimpinan yang berprinsip memusatkan kehidupan dan kepemimpinan kita pada prinsip-prinsip utama yang benar.

No comments: